BAB II
Falling in love with the milkman
The blazing sunlight behind the curtains disturbs the tranquility of a sleeping man. He just fell asleep around 4:00 after a night of melting. He is the bastian of a man of German-indo descent who works in a company engaged in property.
"Hahhh, my new shandu also slept already day" said bastian while nagging and covering his face with a pillow.
Then not long ago there was an outside sound that again disturbed her sleep.
Tingtong sound of bell. Then while still walking towards the door with eyes rubbed and mouth yawning bastian ask "who?"
"milkman" said the girl from behind the door.
With lazy finally bastian open the door.
"The milk message is a mash or two" said the milkman.
"As usual" said bastian with indifference
"I'm a new worker, so I do not know what's the usual message?" answered the girl in confusion.
"Oh, I ordered two" said bastian
"Okay this is her order, thank you" said the girl with a smile.
"Yes same" bastian replied with lazy. And after that bastian received the milk and then closed the door and went straight to his room again to continue sleeping because today is a holiday. While the girl while pedaling his bicycle was scowling and grumbling caused by his first customer a handsome but arrogant his mercy.
Singkat cerita gadis tersebut kembali ke kediamannya yang sederhana dengan wajah lelah setelah seharian bekerja menjadi pengantar susu. Gadis tersebut bernama vanya gadis yatim piatu yang tinggal sendiri disebuah rumah minimalis peninggalan orang tuanya sejak dia berumur 15 tahun, sudah terhitung 5 tahun vanya tinggal sendirian di rumah tersebut dengan hanya ditemanin oleh seekor kucing kesayangannya yang begitu manis bernama sweety.
"Huffffttt sweety kamu tau hari ini aku begitu capek ternyata kerja sebagai pengantar susu itu bener-bener menguras tenaga" keluh vanya kepada kucing kesayangannya.
Keesokan harinya setelah selesai mengantarkan pesanan susu dari rumah ke rumah, vanya akhirnya lelah dan mampir di minimarket terdekat untuk membeli minum dingin untuk menghilangkan rasa dahaganya. Akan tetapi saat dia ingin memarkirkan sepedanya tidak sengaja dia ditabrak dari belakang oleh pengendara mobil yang ingin keluar dari tempat parkir tersebut.
"Braaaakkk" suara sepeda vanya yang terjatuh.
"Aduhhhhh, hei punya mata gak sih" kata vanya kepada sipengemudi mobil.
Dengan tergesa-gesa pengemudi mobil tersebut pun keluar lalu melihat orang yang ditabraknya bukannya meminta maaf pengemudi tersebut malah marah kepada vanya.
"Kamu itu yang salah saya mau keluar kan seharusnya kamu bisa memarkirkan sepeda butut kamu itu di tempat lain" ujar sipengemudi mobil tersebut dengan wajah angkuhnya.
"Ehh mas tuh yang salah mau mundurin mobil tuh liat dulu ada orang gak dibelakang mobilnya" kata vanya dengan tidak kalah garangnya sambil mencoba untuk berdiri dengan kesusahan.
"Bantuin kek orang kesusahan gini,gak tanggung jawab banget" sambung vanya.
"Ogah,bisa sendiri kan" ujar pengemudi tersebut dengan cueknya.
"Mas ini pelanggan susu milky segar kan" kata vanya menunjuk wajah pengemudi tersebut.
"Iya,saya pelanggan susu kamu bastian steel" ujar bastian dengan sombong.
Lalu singkat cerita mereka pun akhirnya berdamai dan keliatan akrab ,dan keakraban mereka pun membuat wanita yang sedang dekat dengan bastian pun cemburu dan akhirnya melabrak vanya dan menghina vanya.
"Elu ya cewek gak tau diri ,ngapain lo deket-deketin bastian elu tuh gak pantes buat dia,dia tuh pantesnya sama gue bukan elu" kata wanita itu dengan marah.
"Maaf ya saya gak pernah dekatin bastian tapi kami hanya seorang teman dan saya tau diri kok kalau saya gak pantas buat dia jadi tolong jangan ganggu saya lagi" ujar vanya dengan tenang.
Dan akhirnya pun wanita itu pergi dengan wajah tidak suka. Dan setelah itu vanya pun mulai menjauh kepada bastian dan itu membuat bastian kehilangan karena bastian mulai memiliki rasa yang lebih kepada vanya. Dan tidak sengaja bertemu vanya di cafe saat bastian akan lunch bersama rekan kerjanya.
"Nya,kamu kenapa sih kok kayaknya menjauh dari aku" kata bastian
"Gak ada aku hanya mencoba menjaga jarak agar pacar kamu tidak lagi cemburu dan melabrak aku" ujar vanya dengan jujur.
"Pacar apaan,aku gak punya pacar kali nya" kata bastian dengan bingung.
"Ya dia bilang dia cewek kamu dan aku gak boleh deket sama kamu lagi yan" sambung vanya.
"Tapi aku emang gak ada pacar , aku bahkan sukanya sama kamu bukan sama wanita lainnya" kata bastian
Dan singkat cerita akhirnya vanya beneran menjaga jarak kepada bastian karena pernyataan cintanya kepada vanya di cafe saat itu. Vanya sebenernya juga menyukai bastian tapi dia sadar dia hanya seorang gadis pengantar susu dan gadis yatim piatu yang tidak pantas bersama dengan bastian seorang pria kaya.
Tetapi kegigihan dan keseriusan bastian akhirnya membuat vanya pun tidak bisa menolak dan juga dia memiliki rasa yang sama kepada bastian walaupun vanya sering merasa tidak pantas hidup dengan bastian.
The end